Buku ajar ini berjudul Aromaterapi Lemon untuk Kenyamanan Pascabedah: Mengurangi Mual pada Pasien Herniated Nucleus Pulposus dengan Anestesi Umum, dan disusun sebagai panduan edukatif dan aplikatif bagi perawat, mahasiswa keperawatan, dosen, serta peneliti yang tertarik pada pengembangan terapi komplementer dalam praktik keperawatan.
Berangkat dari isu umum namun sering diabaikan—yaitu mual dan muntah pascaoperasi (PONV)—buku ini menyajikan pendekatan intervensi nonfarmakologis berbasis aromaterapi lemon yang terjangkau, aman, dan dapat diterapkan dalam pelayanan keperawatan modern. Penanganan PONV pada pasien pascaoperasi Herniated Nucleus Pulposus (HNP) dengan anestesi umum menjadi fokus utama, dengan kerangka berpikir keperawatan yang integratif.
Bab 1 membahas secara komprehensif mengenai HNP, penatalaksanaan bedah, anestesi umum, dan kaitannya dengan kejadian PONV. Bab 2 mendalami konsep PONV mulai dari definisi, epidemiologi, faktor risiko, mekanisme terjadinya, hingga strategi manajemen baik farmakologis maupun nonfarmakologis. Bab 3 menyajikan penjelasan detail tentang aromaterapi lemon, termasuk komponen aktif, mekanisme kerja terhadap sistem pencernaan dan saraf, serta aspek keamanan penggunaannya dalam praktik klinik.
Bab 4 menggunakan pendekatan Model Adaptasi Roy sebagai landasan teoretis dalam memahami bagaimana pasien beradaptasi terhadap gejala PONV dan bagaimana perawat berperan sebagai fasilitator adaptasi. Bab 5 membahas strategi edukasi yang efektif bagi pasien dan keluarga, termasuk panduan praktis penggunaan aromaterapi lemon di rumah, isi dan fungsi e-booklet edukasi, serta pentingnya dukungan keluarga dalam proses pemulihan.
Sebagai penutup, Bab 6 menggambarkan implikasi aromaterapi lemon dalam pendidikan, praktik, dan penelitian keperawatan. Topik-topik seperti integrasi dalam kurikulum, peran perawat anestesi dan bedah, potensi riset klinis, hingga arah pengembangan layanan berbasis evidence-based practice dibahas secara mendalam dan reflektif.
Buku ini tidak hanya memperkenalkan intervensi sederhana, tetapi juga mengajak pembaca untuk melihat bahwa praktik keperawatan yang efektif adalah yang berakar pada ilmu, diperkaya oleh empati, dan dijalankan secara kolaboratif. Semoga buku ini menjadi inspirasi dan panduan dalam membangun praktik keperawatan yang lebih manusiawi, berdaya guna, dan berbasis bukti.