Buku monograf ini menyajikan telaah mendalam dari penelitian-penelitian tentang dukacita dan kehilangan yang secara eksplisit menggunakan teori atau model sebagai landasan pendekatan ilmiahnya. Dengan pendekatan metodologis yang mengikuti pedoman Joanna Briggs Institute, ulasan ini memetakan berbagai desain penelitian, baik kualitatif, kuantitatif, maupun metode campuran, yang mengintegrasikan kerangka teoritis dalam menganalisis pengalaman berduka. Proses seleksi dilakukan secara ketat dan sistematis dari ribuan artikel yang diidentifikasi melalui berbagai database ilmiah dan pencarian manual tambahan.
Dari 2.391 artikel awal, terdapat 51 yang memenuhi seluruh kriteria inklusi setelah melalui tahap penyaringan ketat, termasuk analisis judul, abstrak, dan peninjauan teks lengkap. Studi-studi tersebut berasal dari berbagai negara, dengan dominasi penelitian dari Amerika Serikat. Kajian ini mencakup beragam populasi seperti pasien, keluarga, tenaga kesehatan, hingga mahasiswa, dengan fokus pada pengalaman dukacita sebelum dan sesudah kehilangan akibat berbagai penyebab, termasuk penyakit kronis dan kejadian traumatis.
Buku ini juga menampilkan pemetaan teori dan model yang digunakan dalam studi-studi tersebut. Sebanyak 33 teori atau model berhasil diidentifikasi, dengan Dual-Process Model of Coping with Bereavement dan Two-Track Model of Bereavement sebagai yang paling dominan. Teori-teori ini digunakan baik untuk memahami respons emosional terhadap kehilangan maupun untuk merancang intervensi berbasis teori. Ulasan ini menunjukkan bahwa pendekatan teoritis memberikan kontribusi besar dalam memahami kompleksitas proses berduka dan coping yang dialami individu dalam berbagai konteks.
Di samping itu, buku ini juga merinci berbagai instrumen yang digunakan untuk mengukur dampak psikologis dan sosial dari kehilangan, seperti Inventory of Complicated Grief, CES-D, dan Meaning-Made Scale. Temuan dalam buku ini memberikan wawasan penting bagi peneliti, praktisi kesehatan mental, dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan intervensi berbasis teori yang lebih efektif dan kontekstual. Dengan pendekatan yang sistematis dan berbasis bukti, monograf ini menjadi referensi penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang psikologi kehilangan dan dukacita.