Buku “Pemberdayaan Masyarakat Mencegah Stunting” disusun untuk memberikan pemahaman mendalam. Tentang dampak stunting dibahas secara rinci dalam dua kategori besar, yakni dampak jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek, anak mengalami gangguan pertumbuhan, keterlambatan perkembangan motorik, serta kerentanan terhadap penyakit infeksi. Sedangkan dampak jangka panjang mencakup rendahnya prestasi akademik, penurunan produktivitas kerja, dan peningkatan risiko penyakit tidak menular di usia dewasa.
Sebagai upaya pencegahan, buku ini menekankan pentingnya intervensi gizi spesifik pada ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita. Intervensi ini meliputi pemberian tablet tambah darah, pemantauan kehamilan secara teratur, pemberian ASI eksklusif, serta pemberian makanan pendamping ASI yang bergizi seimbang. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan risiko stunting dapat ditekan sejak dini.
Selain intervensi gizi, buku ini juga menguraikan pentingnya intervensi sensitif yang mencakup perbaikan sanitasi, akses air bersih, peningkatan pola asuh anak, serta pemberdayaan ekonomi keluarga. Pendekatan multisektoral ini menegaskan bahwa stunting tidak dapat diatasi hanya melalui sektor kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan pendidikan, sosial, dan pembangunan desa.
Peran kader kesehatan, khususnya kader Posyandu, mendapat perhatian khusus dalam buku ini. Kader menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat, mulai dari penyuluhan, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga deteksi dini masalah gizi. Kehadiran kader dinilai sangat strategis dalam mendorong partisipasi aktif keluarga dan masyarakat untuk bersama-sama menurunkan angka stunting.
Pemerintah Indonesia juga telah meluncurkan berbagai program nasional penurunan stunting. Program-program tersebut mencakup Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan pemanfaatan dana desa. Seluruh program ini diarahkan untuk meningkatkan akses keluarga miskin terhadap pangan bergizi, layanan kesehatan, dan sarana sanitasi yang memadai.
Buku ini tidak hanya menawarkan teori, tetapi juga menghadirkan contoh kasus nyata di lapangan. Dengan demikian, pembaca dapat melihat bagaimana faktor-faktor penyebab stunting bekerja secara kompleks, serta strategi apa yang dapat diterapkan untuk mengatasinya. Studi kasus ini juga memberi gambaran nyata tentang tantangan dan peluang dalam upaya pencegahan stunting di tingkat masyarakat.
Secara keseluruhan, buku ini diharapkan mampu memberikan wawasan yang luas kepada mahasiswa, praktisi kesehatan, kader, dan masyarakat umum tentang pentingnya pencegahan stunting. Melalui sinergi semua pihak, mulai dari keluarga hingga pemerintah, prevalensi stunting dapat terus ditekan. Harapannya, lahirlah generasi Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan mampu bersaing di tingkat global.