Gangguan Persyarafan Pada Masyarakat Lahan Basah Berkaitan dengan Budaya Banjar

Buku ini membahas tentang gangguan persyarafan pada masyarakat yang tinggal di wilayah lahan basah, dengan fokus khusus pada komunitas Banjar di Kalimantan Selatan. Gangguan sistem saraf merupakan masalah kesehatan yang memiliki dampak luas, tidak hanya bagi individu yang mengalaminya tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat. Buku ini mengkaji faktor lingkungan khas lahan basah, seperti kelembapan tinggi, paparan air berkepanjangan, serta keterbatasan akses layanan kesehatan, yang dapat mempengaruhi prevalensi gangguan persyarafan.
Selain faktor lingkungan, buku ini juga mengeksplorasi peran budaya dan kebiasaan masyarakat Banjar dalam menangani gangguan persyarafan. Tradisi pengobatan alternatif, pola konsumsi makanan tinggi garam, serta kepercayaan terhadap aspek mistis dalam penyakit saraf menjadi bagian dari analisis dalam buku ini. Dengan memahami interaksi antara ekologi dan budaya terhadap kesehatan saraf, buku ini menawarkan wawasan baru untuk pengembangan strategi kesehatan berbasis kearifan lokal yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat lahan basah.
Melalui pendekatan ilmiah dan multidisiplin, buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi tenaga kesehatan, akademisi, serta pembuat kebijakan dalam menyusun strategi intervensi dan edukasi kesehatan yang lebih komprehensif. Dengan demikian, buku ini memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan kesadaran dan kualitas hidup masyarakat yang rentan terhadap gangguan persyarafan di daerah lahan basah.

Rekomendasi Buku Lainya

BUKU REFERENSI PENCEGAHAN CEDERA KERJA PADA TENAGA MEDIS

BUKU AJAR MANAJEMEN PATIENT SAFETY

BUKU AJAR KETERAMPILAN DASAR PRAKTIK KEBIDANAN

BUKU AJAR ASUHAN KEBIDANAN PADA PRANIKAH DAN PRAKONSEPSI