Bunga rampai ini disusun sebagai rujukan praktis dan ilmiah bagi mahasiswa serta perawat klinis dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dengan masalah utama ketidakefektifan bersihan jalan napas. Buku ini memadukan konsep dasar, proses keperawatan, dan intervensi yang aplikatif untuk membantu perawat memberikan pelayanan yang aman, efektif, dan berpusat pada pasien.
Chapter 1 membahas konsep dasar PPOK, mekanisme terjadinya obstruksi jalan napas, serta dampaknya terhadap fungsi pernapasan seperti peningkatan produksi sekret, sesak napas, dan gangguan pertukaran gas. Chapter 2 menguraikan faktor risiko PPOK (misalnya paparan rokok, polusi, faktor pekerjaan, dan infeksi berulang) serta manifestasi klinis yang sering muncul, termasuk batuk kronis, sputum berlebih, wheezing, penggunaan otot bantu napas, hingga tanda eksaserbasi.
Pada Chapter 3, disajikan panduan pengkajian keperawatan secara komprehensif, mulai dari keluhan utama, pola napas, bunyi napas tambahan, karakteristik sputum, tingkat sesak, tanda vital, hingga pemantauan saturasi oksigen dan pemeriksaan penunjang sesuai kebutuhan. Chapter 4 memuat diagnosis keperawatan yang umum pada pasien PPOK dengan penekanan pada ketidakefektifan bersihan jalan napas sebagai prioritas, serta diagnosis lain yang sering menyertai seperti pola napas tidak efektif, gangguan pertukaran gas, intoleransi aktivitas, risiko infeksi, ansietas, dan defisit pengetahuan.
Chapter 5 berfokus pada intervensi keperawatan untuk mempertahankan patensi jalan napas dan oksigenasi, meliputi pengaturan posisi, manajemen jalan napas, hidrasi yang cukup, fisioterapi dada, teknik suction bila diperlukan, pemantauan respons terapi oksigen, serta kolaborasi terapi seperti bronkodilator dan nebulisasi sesuai indikasi. Chapter 6 menekankan pentingnya edukasi pasien dan keluarga, terutama teknik batuk efektif, latihan napas (pursed-lip dan diafragmatik), penggunaan inhaler yang benar, penghematan energi saat beraktivitas, serta kepatuhan terapi dan kontrol rutin.
Sebagai penutup, Chapter 7 membahas evaluasi hasil asuhan keperawatan melalui indikator yang terukur, seperti berkurangnya sesak, sekret lebih mudah keluar, bunyi napas membaik, saturasi oksigen lebih stabil, toleransi aktivitas meningkat, dan pengetahuan pasien bertambah. Melalui buku ini, diharapkan pembaca memperoleh gambaran yang utuh dan aplikatif dalam menangani pasien PPOK, khususnya dalam mengatasi masalah bersihan jalan napas, sehingga kualitas hidup pasien dapat meningkat dan risiko komplikasi dapat ditekan.