Buku referensi Keselamatan Ibu dan Bayi dalam Praktik Kebidanan disusun sebagai rujukan bagi mahasiswa, pendidik, dan praktisi kebidanan untuk menerapkan prinsip keselamatan pasien secara konsisten dalam pelayanan maternal dan neonatal. Keselamatan ibu dan bayi menjadi prioritas utama karena periode kehamilan, persalinan, nifas, dan masa neonatal merupakan fase yang rentan terhadap komplikasi. Buku ini menekankan pentingnya praktik berbasis bukti, budaya keselamatan, serta manajemen risiko untuk mencegah kejadian tidak diharapkan dan meningkatkan mutu layanan.
Pembahasan diawali dengan konsep patient safety dalam kebidanan yang meliputi komunikasi efektif, kerja tim, kepatuhan pada standar prosedur, dan penguatan budaya keselamatan. Selanjutnya diuraikan identifikasi faktor risiko maternal dan neonatal sebagai dasar deteksi dini, pemantauan, serta pengambilan keputusan klinis yang tepat waktu. Buku ini juga memuat manajemen kegawatdaruratan obstetri dan neonatal, termasuk prinsip stabilisasi awal, tindakan segera, dan koordinasi rujukan untuk kondisi kritis.
Aspek pencegahan infeksi dibahas sebagai komponen penting keselamatan, mencakup penerapan asepsis–antisepsis, penggunaan APD, serta pengendalian infeksi di fasilitas layanan maupun praktik mandiri. Untuk menjaga akuntabilitas, buku ini menekankan dokumentasi dan pelaporan insiden secara akurat sebagai bagian dari evaluasi dan perbaikan sistem. Selain itu, dijelaskan manajemen risiko dalam praktik mandiri bidan agar pelayanan tetap aman, sesuai standar, dan selaras dengan regulasi. Pada bagian akhir, buku ini menguraikan strategi peningkatan mutu pelayanan kebidanan melalui audit, supervisi, pendidikan berkelanjutan, dan pemantauan indikator mutu.
Secara keseluruhan, buku ini memberikan kerangka praktis dan sistematis untuk memperkuat keselamatan ibu dan bayi serta mendukung layanan kebidanan yang profesional, aman, dan bermutu.