Buku referensi ini menyajikan gambaran komprehensif tentang asuhan keperawatan pada lansia dengan fokus pada sindroma geriatrik, yang merupakan kumpulan masalah klinis khas usia lanjut seperti gangguan pendengaran dan penglihatan, risiko jatuh, infeksi dengan gejala atipikal, ulkus dekubitus, hingga sepsis geriatrik. Buku ini menjelaskan bagaimana perubahan fisiologis pada telinga, mata, sistem imun, dan sistem tubuh lainnya berinteraksi dengan penyakit kronis, obat-obatan, serta faktor lingkungan sehingga menimbulkan dampak luas terhadap fungsi, kemandirian, dan kualitas hidup lansia.
Isi buku disusun secara runtut, mulai dari konsep dasar keperawatan gerontik dan sindroma geriatrik, perubahan fisiologi pendengaran dan penglihatan, faktor risiko dan penyakit yang sering mendasari (misalnya presbikusis, katarak, glaukoma, degenerasi makula, ISK, pneumonia), sampai konsekuensi fungsional dan psikososial seperti penurunan fungsi kognitif, isolasi sosial, depresi, dan meningkatnya risiko jatuh serta cedera. Pada bagian akhir, buku mengarahkan pembaca untuk mengelola masalah-masalah tersebut melalui proses keperawatan gerontik yang sistematis.
Keunggulan utama buku ini adalah integrasinya dengan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI). Setiap masalah geriatrik yang dibahas dihubungkan dengan diagnosis keperawatan yang relevan (seperti Risiko Jatuh, Risiko Infeksi, Gangguan Persepsi Sensori), luaran yang terukur, serta intervensi keperawatan yang aplikatif di rumah sakit, puskesmas, komunitas, panti werdha, maupun home care.
Buku ini ditujukan untuk mahasiswa keperawatan, perawat klinis, dosen, dan praktisi kesehatan lain yang terlibat dalam pelayanan lansia. Dengan bahasa yang jelas dan berbasis bukti, buku ini diharapkan menjadi panduan praktis sekaligus ilmiah untuk memberikan asuhan yang aman, terstandar, dan berpusat pada lansia, sehingga lansia tidak hanya hidup lebih lama, tetapi juga lebih bermakna dan bermartabat.