Buku Referensi “Ilmu Gizi Terintegrasi dalam Sistem Kesehatan Indonesia: Sains, Intervensi, dan Kebijakan Berbasis Bukti” menyajikan pembahasan komprehensif mengenai ilmu gizi sebagai bagian penting dalam sistem kesehatan. Buku ini diawali dengan uraian tentang dasar ilmu gizi dan metabolisme, meliputi konsep dasar ilmu gizi, zat gizi makro dan mikro, proses pencernaan dan penyerapan nutrisi, metabolisme energi, serta berbagai gangguan gizi dan metabolisme. Landasan ini menjadi dasar penting bagi pembaca untuk memahami hubungan antara zat gizi, fungsi tubuh, status kesehatan, dan risiko penyakit.
Selanjutnya, buku ini membahas penerapan ilmu gizi dalam berbagai konteks, mulai dari gizi klinik dan terapi nutrisi, Proses Asuhan Gizi Terstandar, kebutuhan zat gizi pada kondisi klinis, diet rumah sakit, metode pemberian nutrisi, hingga edukasi dan konseling gizi. Pembahasan juga mencakup gizi masyarakat dan epidemiologi gizi, termasuk determinan status gizi, permasalahan gizi populasi, surveilans gizi, serta intervensi berbasis masyarakat. Selain itu, buku ini menguraikan aspek gizi pada kelompok usia tertentu, seperti dewasa, anak sekolah, dan remaja, serta pentingnya pemantauan status gizi, bahan penukar makanan, dan pemahaman terhadap food labelling.
Pada bagian berikutnya, buku ini memperluas kajian pada gizi pangan dan keamanan pangan, pola konsumsi masyarakat, bahaya dalam pangan, serta regulasi dan standar keamanan pangan. Isu gizi olahraga, perencanaan pola makan, suplemen, gaya hidup sehat, dan tren terkini juga dibahas untuk memberikan pemahaman yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Bagian akhir buku menekankan pentingnya kebijakan, regulasi, program percepatan penurunan stunting, evaluasi program gizi, advokasi tenaga gizi, transformasi digital, precision nutrition, pemberdayaan masyarakat, serta integrasi antara kebijakan, sains, dan praktik. Buku ini sangat relevan bagi mahasiswa, dosen, tenaga gizi, tenaga kesehatan, peneliti, dan pemangku kebijakan dalam mengembangkan intervensi gizi yang berbasis bukti dan sesuai dengan kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia.