Buku monograf Emosional Bounding terhadap Kualitas Pemberian ASI Eksklusif membahas bagaimana kedekatan emosional (emotional bonding) antara ibu dan bayi berperan penting dalam keberhasilan dan kualitas praktik ASI eksklusif. ASI eksklusif tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan ibu tentang manfaat ASI atau ketersediaan fasilitas menyusui, tetapi juga dipengaruhi kuat oleh kondisi psikologis ibu, dukungan sosial, dan kualitas interaksi awal ibu–bayi sejak masa kehamilan, persalinan, hingga periode nifas. Melalui pendekatan yang memadukan perspektif kesehatan ibu-anak, psikologi perkembangan, dan praktik laktasi, monograf ini menjelaskan mekanisme keterkaitan emosi dengan proses menyusui, termasuk pengaruh stres, kecemasan, kelelahan, serta keyakinan diri ibu terhadap refleks let-down, produksi ASI, dan konsistensi menyusui.
Monograf ini juga menguraikan faktor-faktor yang membentuk emotional bonding, seperti inisiasi menyusu dini, rawat gabung, sentuhan kulit ke kulit, dukungan pasangan dan keluarga, peran tenaga kesehatan, serta lingkungan kerja dan budaya. Tidak hanya menjelaskan konsep, buku ini menyajikan cara menilai kualitas bonding dan kualitas pemberian ASI eksklusif melalui indikator yang mudah dipahami, disertai contoh situasi lapangan yang sering menjadi hambatan, misalnya mitos menyusui, tekanan sosial, masalah pelekatan, hingga depresi pascapersalinan. Pada bagian akhir, pembaca diajak memahami strategi intervensi yang dapat dilakukan secara praktis, mulai dari konseling menyusui berbasis empati, penguatan dukungan keluarga, teknik manajemen stres, hingga rekomendasi program edukasi di fasilitas kesehatan dan komunitas.
Dengan bahasa yang aplikatif dan berbasis kebutuhan lapangan, buku ini ditujukan bagi mahasiswa kesehatan, bidan, perawat, konselor laktasi, kader posyandu, serta para ibu dan keluarga yang ingin memahami menyusui sebagai proses biologis sekaligus emosional. Monograf ini menegaskan bahwa membangun ikatan emosi yang hangat dan aman bukan hanya mendukung tumbuh kembang bayi, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan ASI eksklusif dan meningkatkan kualitas pengasuhan sejak awal kehidupan.