Buku referensi “Kolaborasi Profesi untuk Hidup Sehat: Dari Edukasi, Nutrisi, hingga Pemeriksaan Dini” membahas cara membangun upaya hidup sehat dan pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) secara lebih efektif melalui kerja sama lintas profesi. Dengan meningkatnya kasus hipertensi, diabetes, dislipidemia, obesitas, penyakit jantung, stroke, kanker, dan penyakit paru kronis, pendekatan kuratif saja tidak cukup. Pencegahan harus dimulai lebih awal, dilakukan secara konsisten, dan didukung oleh sistem layanan yang terintegrasi dari fasilitas kesehatan hingga komunitas.
Buku ini menempatkan edukasi kesehatan, perubahan perilaku, perbaikan pola makan, aktivitas fisik, manajemen stres dan tidur, pengendalian kebiasaan merokok dan alkohol, serta skrining dan deteksi dini sebagai satu rangkaian layanan yang saling menguatkan. Pembaca diajak memahami bagaimana setiap profesi memiliki kontribusi spesifik perawat, bidan, ahli gizi, apoteker, teknolog laboratorium, dokter, promkes, sanitarian, fisioterapis, psikolog, hingga kader serta bagaimana koordinasi, komunikasi, dan pembagian peran yang jelas dapat mencegah pesan yang bertentangan dan menjaga kesinambungan pendampingan pasien.
Tidak hanya menjelaskan konsep, buku ini juga menguraikan alur operasional pencegahan PTM berbasis tim: mulai dari pemetaan masalah kesehatan, rekrutmen sasaran, skrining faktor risiko, stratifikasi risiko, penyusunan rencana intervensi, rujukan dan rujuk balik, hingga tindak lanjut berbasis komunitas dan pemanfaatan telehealth. Bagian monitoring dan evaluasi disajikan untuk membantu pembaca menilai efektivitas program melalui indikator proses, output, dan outcome, serta memperkuat budaya perbaikan layanan berkelanjutan.
Dengan bahasa yang aplikatif dan berorientasi praktik, buku ini cocok digunakan oleh mahasiswa kesehatan, tenaga kesehatan layanan primer, pengelola program, kader, dan pemerhati kesehatan masyarakat. Buku ini diharapkan menjadi rujukan dalam merancang dan menjalankan intervensi promotif–preventif yang kolaboratif, terukur, dan berkelanjutan sehingga hidup sehat tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi kebiasaan yang didukung oleh keluarga, komunitas, dan sistem layanan kesehatan.