Buku referensi “Kolaborasi Profesi Kesehatan untuk Indonesia yang Lebih Sehat” menghadirkan pemahaman utuh tentang makna menjadi penjaga kehidupan dalam layanan kesehatan. Melalui Bab 1, pembaca diajak menelusuri ruang lingkup peran tenaga kesehatan dari konsep cure dan care, landasan etika dan humanisme, keselamatan pasien, pengambilan keputusan klinis berbasis bukti, hingga komunikasi klinis yang empatik—termasuk informed consent dan penyampaian kabar sulit. Bab ini juga menyoroti dimensi keadilan akses, tantangan kegawatdaruratan, layanan paliatif, beban emosional tenaga kesehatan seperti burnout dan moral distress, serta peluang dan risiko teknologi kesehatan modern.
Selanjutnya, buku ini memperkuat fondasi praktik kolaboratif melalui Bab 2 dan Bab 3. Bab 2 menguraikan konsep, proses, manfaat, dan langkah implementasi kolaborasi lintas profesi dalam pelayanan yang menyelamatkan nyawa, dilengkapi glosarium untuk memudahkan pembaca memahami istilah penting. Sementara itu, Bab 3 menekankan bahwa kolaborasi hanya dapat berjalan kokoh bila ditopang oleh kepercayaan dan komunikasi yang efektif. Pembahasan meliputi model komunikasi, strategi mengatasi hambatan, teknik membangun kepercayaan antarprofesi, peran kepemimpinan, pemanfaatan teknologi komunikasi, hingga studi kasus dan rekomendasi praktis untuk diterapkan di berbagai setting layanan.
Sebagai jembatan dari teori ke praktik sistem, Bab 4 memetakan perjalanan panjang pelayanan kesehatan dari pencegahan hingga pemulihan: promotif-preventif, skrining, layanan primer dan continuity of care, kuratif untuk akut dan kronis, kegawatdaruratan, rujukan berjejaring, mutu dan keselamatan pasien, rehabilitasi, paliatif, transisi pulang, serta keterlibatan keluarga dan komunitas—dengan perhatian pada inovasi dan keadilan akses. Puncaknya, Bab 5 mengajak pembaca memandang masa depan kesehatan Indonesia secara strategis: tantangan transisi epidemiologi dan beban ganda, penguatan layanan primer, kolaborasi lintas sektor, empati di era informasi cepat, ketahanan dan perlindungan tenaga kesehatan, transformasi digital yang etis, pemerataan akses wilayah 3T, kesiapsiagaan krisis, penguatan pendidikan-riset, dan kemitraan masyarakat. Buku ini menjadi rujukan bagi mahasiswa, dosen, praktisi, dan pengambil kebijakan yang ingin membangun layanan kesehatan yang lebih aman, adil, dan manusiawi melalui kolaborasi nyata.