Buku Referensi: Pelayanan Kesehatan Berbasis Bukti: Kolaborasi Profesi dalam Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat

Buku “PELAYANAN KESEHATAN BERBASIS BUKTI: Kolaborasi Profesi dalam Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat” menghadirkan panduan komprehensif untuk menerjemahkan bukti ilmiah menjadi praktik layanan yang aman, efektif, berpusat pada pasien, dan berdampak nyata pada kualitas hidup. Di tengah kompleksitas layanan modern beban penyakit kronis, transformasi digital, tuntutan keselamatan pasien, dan kebutuhan akan layanan yang berkeadilan buku ini menegaskan bahwa pelayanan berbasis bukti tidak dapat berdiri sendiri; ia membutuhkan kolaborasi lintas profesi yang jelas perannya, disiplin komunikasinya, dan konsisten evaluasinya.

Pembahasan dimulai dari konsep dasar pelayanan kesehatan berbasis bukti (EBHC/EBP): bagaimana merumuskan pertanyaan klinis, mencari dan menilai kualitas bukti, mengintegrasikannya dengan keahlian klinis serta nilai dan preferensi pasien, hingga menyesuaikannya dengan konteks fasilitas pelayanan. Selanjutnya, buku ini memetakan peran dan tanggung jawab setiap profesi kesehatan dokter, perawat, bidan, apoteker, ahli gizi, rehabilitasi, profesi diagnostik, kesehatan masyarakat, manajemen mutu, hingga informatika kesehatan sebagai satu sistem kerja yang saling melengkapi untuk mencapai outcome yang bermakna.

Pada bagian implementasi, buku ini menguraikan penerapan Evidence-Based Practice di fasilitas pelayanan kesehatan sebagai kerja sistem: tata kelola, kepemimpinan, budaya keselamatan, standardisasi alur klinis, pemanfaatan teknologi (seperti CDSS, audit-feedback, dan dashboard indikator), serta strategi implementasi agar perubahan praktik tidak berhenti di pelatihan, tetapi menjadi kebiasaan kerja yang berkelanjutan. Buku ini juga menekankan pentingnya manajemen kasus pasien secara kolaboratif, terutama bagi pasien kompleks dan multi-morbid, dengan fokus pada stratifikasi risiko, rencana asuhan terintegrasi, koordinasi transisi perawatan, dan tindak lanjut berbasis kebutuhan.

Penguatan layanan tidak lengkap tanpa hubungan terapeutik yang bermutu. Karena itu, buku ini menempatkan edukasi dan komunikasi efektif sebagai intervensi bernilai tinggi: teknik teach-back, shared decision-making, konseling berbasis kebutuhan, komunikasi lintas profesi yang selaras, serta adaptasi telehealth tanpa mengorbankan empati dan keselamatan. Sebagai penutup, buku ini membahas evaluasi mutu pelayanan dan keselamatan pasien melalui indikator struktur proses outcome, budaya keselamatan dan just culture, pembelajaran insiden, serta pengukuran nilai layanan (value) termasuk praktik de implementation ketika suatu tindakan tidak lagi memberikan manfaat sepadan.

Rekomendasi Buku Lainya

BUKU AJAR KEPERAWATAN GERONTIK

BUKU AJAR KEPERAWATAN MATERNITAS

Bank Soal UKOM Kebidanan Terstandar Nasional Berbasis Kasus & Pembahasan Mendalam

BUKU REFERENSI PENINGKATAN IMUNITAS TUBUH MELALUI GIZI