Buku Monograf: Satusehat Dan Ilusi Interoperabilitas Implementasi Sistem Kesehatan Digital Sebagai Masalah Desain Kebijakan Dan Kapasitas Organisasi

Monograf “SATUSEHAT dan Ilusi Interoperabilitas: Implementasi Sistem Kesehatan Digital sebagai Masalah Desain Kebijakan dan Kapasitas Organisasi” menempatkan SATUSEHAT bukan sekadar proyek teknologi, melainkan agenda transformasi nasional yang mencoba menyatukan lanskap sistem informasi kesehatan Indonesia yang selama ini terfragmentasi. Buku ini menunjukkan bahwa “interoperabilitas” tidak otomatis lahir dari penyediaan platform, koneksi API, atau kepatuhan pelaporan. Di balik narasi kemajuan digital, kerap muncul ilusi interoperabilitas: integrasi tampak berhasil pada indikator formal terhubung, terlapor, terdaftar namun pertukaran data yang benar-benar dapat dipahami lintas sistem, dipercaya, dan dipakai untuk memperbaiki layanan klinis maupun kesehatan publik masih tersendat. Dengan demikian, monograf ini menggeser fokus dari pertanyaan “apakah sistem sudah terkoneksi” menjadi “apakah ekosistem sudah memiliki kemampuan kolektif untuk membuat data bekerja di dalam proses layanan nyata.”

Untuk membaca persoalan tersebut, buku ini mengajukan kerangka teoretik implementasi sistem kesehatan digital yang memandang transformasi digital sebagai perubahan sosio-teknis dan institusional. Interoperabilitas dipahami sebagai kapabilitas yang dibentuk oleh kombinasi standar dan tata kelola, desain insentif, kapasitas SDM, kesiapan proses kerja, arsitektur teknis, serta mekanisme koordinasi lintas aktor. Kerangka ini menjelaskan mengapa keberhasilan teknis di permukaan sering tidak berbanding lurus dengan keberhasilan fungsional: data mungkin mengalir, tetapi belum tentu bermakna; sistem mungkin terkoneksi, tetapi belum tentu mendukung keselamatan pasien, kontinuitas layanan, efisiensi rujukan, atau analitik kesehatan publik yang akurat.

Monograf ini menggunakan pendekatan kajian yang menempatkan pengalaman organisasi sebagai pusat analisis. Konteks Indonesia keragaman kapasitas daerah, variasi kematangan digital fasilitas layanan, heterogenitas aplikasi dan HIS, relasi pusat–daerah, serta dinamika pengadaan dan vendor dipaparkan sebagai medan implementasi yang membentuk pilihan desain kebijakan dan praktik integrasi. Dari konteks itulah buku ini menelusuri dinamika implementasi SATUSEHAT melalui kisah-kisah aktor di lapangan: manajemen fasilitas, tim IT, tenaga kesehatan, dinas kesehatan, pengelola program, regulator, dan penyedia aplikasi. Pembaca diajak melihat bagaimana integrasi sering berubah menjadi kerja “penerjemahan” yang Panjang pemadanan istilah, pembersihan data, penyesuaian workflow, penanganan perubahan standar yang menambah beban kerja dan melahirkan strategi minimal berbasis kepatuhan ketika dukungan kapasitas dan insentif belum memadai.

Bagian pembahasan kritis mengurai SATUSEHAT sebagai persoalan desain kebijakan: bagaimana standar ditetapkan dan diperbarui, siapa memegang otoritas definisi data, bagaimana kualitas data diaudit, bagaimana insentif dan pembiayaan mendorong investasi integrasi, serta bagaimana akuntabilitas dibangun tanpa mengorbankan realitas kerja klinis. Di sini, “ilusi interoperabilitas” dipakai sebagai diagnosis atas pola kegagalan yang halus tetapi sistemik: target administratif tercapai, namun manfaat substantif bagi layanan dan pengambilan keputusan belum optimal karena kapasitas implementasi, tata kelola, dan rancangan insentif belum selaras dengan praktik operasional fasilitas.

Sebagai penutup, monograf ini merumuskan implikasi strategis dan agenda masa depan yang menekankan bahwa interoperabilitas harus diperlakukan sebagai program pembangunan kapabilitas berkelanjutan, bukan proyek integrasi sekali jadi. Penguatan tata kelola standar yang adaptif, investasi pada kualitas dan literasi data, dukungan implementasi yang nyata bagi fasilitas, serta evaluasi yang mengukur dampak klinis dan kesehatan publik menjadi kunci untuk mengubah SATUSEHAT dari sekadar “platform nasional” menjadi “kapabilitas nasional.” Buku ini ditujukan bagi pembuat kebijakan, pimpinan layanan kesehatan, praktisi sistem informasi, peneliti, dan pemangku kepentingan transformasi digital yang ingin memahami mengapa keberhasilan SATUSEHAT ditentukan bukan hanya oleh teknologi, melainkan oleh desain kebijakan yang tepat dan kemampuan organisasi untuk mengubah cara kerja, membangun kepercayaan data, dan menjembatani integrasi formal menuju interoperabilitas yang benar-benar bermakna.

Rekomendasi Buku Lainya

Buku Ajar Bayi, Balita, dan Anak Prasekolah

BUKU REFERENSI MANAJEMEN NYERI PADA PASIEN KANKER

Buku Monograf PEMAHAMAN PENATALAKSANAAN HIGH QUALITY CARDIOPULMONARY RESUSCITATION PADA KONDISI HENTI JANTUNG (CARDIAC ARREST)

Sekilas Praktik Marketer Koperasi Syariah: Mengenali dan Memahami Kerja Divisi Pemasaran Koperasi Syariah