Buku Bunga Rampai Kesehatan Seksual dan Reproduksi Remaja: Isu, Tantangan, dan Peran Bidan menyajikan peta jalan komprehensif yang memadukan bukti ilmiah, kebijakan, dan praktik lapangan untuk melindungi serta memberdayakan remaja. Chapter 1 karya Fadhila Azkiya menempatkan edukasi sebagai fondasi, dimulai dari prolog yang memetakan karakteristik perkembangan remaja dan implikasinya bagi strategi pembelajaran. Bab ini mengulas model pendekatan edukasi yang sesuai usia, pemanfaatan media dan teknologi, pelibatan keluarga dan masyarakat, hingga cara membaca hambatan implementasi serta merancang evaluasi dan monitoring keberhasilan program secara terukur.
Chapter 2 yang ditulis Susiani Endarwati mengupas pencegahan infeksi menular seksual dan Human Immunodeficiency Virus pada remaja secara menyeluruh, dari gambaran epidemiologis, faktor penyebab dan kerentanan, sampai dampak fisik, psikososial, dan pendidikan. Bab ini merumuskan paket pencegahan yang realistis melalui pendidikan komprehensif, perilaku seksual aman, layanan kesehatan ramah remaja, serta dukungan keluarga, sekolah, dan komunitas. Kebijakan dan program pemerintah dipaparkan sebagai payung yang memastikan akses, mutu, dan kesinambungan, sementara bagian tantangan membantu pembaca mengantisipasi stigma, kesenjangan informasi, dan hambatan budaya yang kerap mengganjal implementasi.
Chapter 3 karya Bd. Iryani Yuni Yastutik memfokuskan strategi kebidanan dalam pencegahan kehamilan remaja melalui edukasi kesehatan reproduksi, pendampingan dan konseling yang peka usia, serta pemberdayaan remaja dan keluarga. Peran bidan di lingkungan sekolah diperkuat melalui kolaborasi antar profesi dan pemanfaatan media digital untuk menjangkau remaja secara aman dan efektif. Chapter 4 oleh Agnes Erida Wijayanti melengkapi bangunan intervensi dengan pendampingan psikologis dan konseling reproduksi berlandaskan teori, prinsip etika, tujuan dan sasaran yang jelas, teknik dan materi yang aplikatif, peran tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan, serta evaluasi keberhasilan. Keseluruhan buku ini menjadi panduan operasional yang dapat langsung diadopsi lembaga pendidikan, layanan primer, dan komunitas untuk membangun ekosistem yang aman, nonstigmatis, dan berbasis bukti dengan bidan sebagai penggerak utama.