Henti jantung (cardiac arrest) adalah kondisi dimana terjadi gangguan kelistrikan jantung yang mengakibatkan jantung berhenti memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan medis yang harus segera dilakukan pertolongan. Kegawatdaruratan cardiac arrest ini dapat segera diatasi apabila penolong paham tentang tindakan Basic Life Support. Tindakan Basic Life Support merupakan penggabungan dari pengelolaan patensi jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi. Komponen dasar dari Basic Life Support adalah Cardiopulmonary Resuscitation. Cardiopulmonary Resuscitation yang memiliki kualitas yang tinggi (High Quality Cardiopulmonary Resuscitation) dapat meningkatkan keefektifan penangan pada cardiac arrest.
Karakteristik High Quality Cardiopulmonary Resuscitation dipengaruhi oleh kecepatan kompresi 100-120 kali/menit, kedalaman 2-2,4 inchi (5-6 cm), complete recoil pada tiap akhir kompresi, interupsi minimal, dan mencegah pemberian ventilasi yang berlebihan. Dampak apabila High Quality Cardiopulmonary Resuscitation tidak terpenuhi akan menyebabkan permasalahan ekonomi, psikologis, sosial, lama perawatan, bahkan terjadi kematian pada pasien dengan cardiac arrest. Pemahaman tentang langkah-langkah High Quality Cardiopulmonary Resuscitation sangat diperlukan untuk penyelamatan nyawa “life saving”. Keterampilan melakukan High Quality Cardiopulmonary Resuscitation pada mahasiswa keperawatan harus terus dilatihkan. Kompetensi ini diartikan sebagai penanganan pasien cardiac arrest. Mahasiswa dalam melakukan High Quality Cardiopulmonary Resuscitation harus memiliki pemahaman kognitif dan keterampilan praktik yang baik.
Dalam buku ini pembaca akan menemukan penjelasan mendalam mengenai konsep sistem kardiovaskular (cardiovascular system), henti jantung (cardiac arrest), High Quality Cardiopulmonary Resuscitation, dan pemahaman penatalaksanaan High Quality Cardiopulmonary Resuscitation. Pertolongan pada kondisi henti jantung (cardiac arrest) dengan High Quality Cardiopulmonary Resuscitation pada semua tingkatan usia harus diintegrasikan melalui pemahaman dan pelatihan. Keterampilan High Quality Cardiopulmonary Resuscitation harus dikaji ulang pada setiap kesempatan. Adanya peningkatan pemahaman melalui pelatihan dijadwalkan dapat membantu tim kesehatan dan masyarakat umum dalam melakukan simulasi kegawatdaruratan kardiovaskular dalam hal ini pasien henti jantung (cardiac arrest).