📝 TEMPLATE ARTIKEL OPINI – Program OPINI Optimal
🔖 Judul Artikel (maksimal 15 kata)
Buat judul yang menarik, menggugah rasa ingin tahu, dan relevan dengan isu aktual.
Contoh: “Mengapa Stunting Bukan Sekadar Masalah Gizi?”
👤 Identitas Penulis
Nama lengkap, gelar akademik, dan institusi
Contoh:
dr. Rahmawati, M.Kes – Dosen Kesehatan Masyarakat, Universitas Sejahtera
✍️ 1. Lead / Paragraf Pembuka (100–150 kata)
- Paragraf pembuka harus memikat: bisa berupa kutipan, data mengejutkan, atau pertanyaan provokatif.
- Paparkan konteks atau masalah yang sedang terjadi.
Contoh:
Setiap 1 dari 4 anak di Indonesia mengalami stunting. Namun, lebih dari separuh orang tua tidak memahami apa itu stunting dan bagaimana dampaknya terhadap masa depan anak. Apakah ini karena kurangnya edukasi atau minimnya kepedulian?
📚 2. Isi dan Argumen Utama (400–600 kata)
- Jelaskan sudut pandang Andasecara argumentatif
- Gunakan data ilmiah, pengalaman lapangan, atau kebijakan aktual
- Sertakan analisis kritis atau refleksi
- Boleh membandingkan kondisi di Indonesia dengan negara lain atau standar WHO
- Gunakan subjudul jika diperlukan
Contoh subjudul:
- “Faktor Sosial Budaya dalam Masalah Stunting”
- “Mengapa Peran Tenaga Kesehatan Tidak Cukup?”
💡 3. Solusi, Harapan, atau Ajakan (100–150 kata)
- Berikan gagasan solutif, harapan untuk pemangku kepentingan, atau ajakan kepada masyarakat
- Hindari menyalahkan tanpa arah—fokus pada kontribusi dan inspirasi
Contoh:
Sudah waktunya edukasi gizi dimulai dari remaja, bukan saat kehamilan. Kurikulum kesehatan reproduksi dan gizi seharusnya menjadi bagian dari pendidikan dasar, bukan pilihan tambahan.
🧾 4. Penutup (Opsional, 1 paragraf)
- Ringkasan singkat atau kalimat penegas
- Bisa juga berupa kutipan atau kalimat reflektif
📌 Catatan Teknis untuk Penulis:
- Panjang artikel: 700–1.000 kata
- Gunakan bahasa Indonesia yang komunikatif dan non-teknis
- Cantumkan sumber data atau kutipan jika menyebut statistik/penelitian
- Sertakan foto profil dan biodata singkat (max 100 kata)