Buku ini membahas secara komprehensif efektivitas pelatihan skrining kesehatan mental perinatal (Perinatal Mental Health/PMH) bagi bidan di Indonesia, serta pengaruhnya terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik mereka. Kesehatan mental pada ibu hamil dan pascapersalinan, termasuk gangguan seperti depresi dan kecemasan, memiliki dampak serius pada ibu dan bayi. Tingginya prevalensi gangguan kesehatan mental perinatal di Indonesia, yang berkisar antara 50% hingga 75%, memperlihatkan pentingnya deteksi dini melalui skrining yang dilakukan oleh bidan.
Dalam buku ini, diuraikan berbagai tantangan yang dihadapi bidan dalam melakukan skrining PMH, mulai dari keterbatasan pengetahuan hingga sikap yang belum optimal. Studi yang dibahas dalam buku ini menunjukkan bahwa meskipun pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan bidan, dampak terhadap sikap dan praktik dalam melaksanakan skrining kesehatan mental perinatal masih memerlukan perhatian lebih lanjut.
Buku ini menggunakan pendekatan statistik seperti uji Wilcoxon, Mann-Whitney, dan korelasi biserial untuk menganalisis efektivitas pelatihan tersebut. Penulis juga mengevaluasi hambatan dalam perubahan sikap dan praktik bidan serta menawarkan rekomendasi untuk strategi pelatihan yang lebih efektif. Dengan analisis yang mendalam, buku ini memberikan kontribusi empiris penting dalam konteks implementasi skrining kesehatan mental perinatal di Indonesia.
Ditujukan bagi peneliti, tenaga kesehatan, dan pemangku kebijakan, buku ini menjadi referensi penting dalam upaya meningkatkan kualitas skrining gangguan kesehatan mental perinatal dan mengembangkan program pelatihan yang lebih komprehensif guna mendukung peran bidan dalam mendeteksi dan menangani masalah kesehatan mental perinatal.